Komponen – Komponen Laporan Keuangan

Komponen – Komponen Laporan Keuangan

Komponen - Komponen Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011: 1.4-1.5), komponen laporan keuangan yang lengkap terdiri dari:

1. Neraca (balance sheet) pada akhir periode

Neraca adalah representasi sistematis dari aset, kewajiban, dan modal perusahaan pada waktu tertentu.

2. Laporan laba rugi komprehensif periode berjalan

Akibat totalnya adalah perubahan ekuitas selama 1 (satu) periode sebagai akibat dari transaksi dan peristiwa lain, kecuali perubahan akibat transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik.

3. Laporan perubahan ekuitas selama periode berjalan

Perusahaan harus menyerahkan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan:
1) Jumlah pendapatan komprehensif untuk suatu periode yang menunjukkan secara terpisah jumlah total yang dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan induk dan kepada kepentingan nonpengendali.
2) Untuk setiap komponen saham, pengaruh penerapan retrospektif atau penyesuaian retrospektif, yang dicatat menurut PSAK 25.
3) Rekonsiliasi antara nilai buku pada awal dan akhir periode menunjukkan perubahan masing-masing komponen ekuitas secara terpisah, yang diakibatkan oleh:
(1) Untung dan rugi.
(2) Setiap item hasil lainnya.
(3) Transaksi terpisah dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, kontribusi pemilik dan distribusi kepada pemilik, dan perubahan kepemilikan pada anak perusahaan yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian.

4. Laporan arus kas selama periode berjalan

Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan bisnis memperoleh kas dan setara kas, dan kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas.

5. Catatan atas laporan keuangan tahunan

Lampiran berisi informasi tambahan tentang penyajian dalam neraca, laporan laba rugi komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika tersedia), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan tersebut berisi penjelasan atau rincian pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan, serta informasi mengenai pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

6. Neraca pada awal periode komparatif yang disajikan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

Informasi terpenting dalam neraca adalah aset, kewajiban, dan ekuitas. Aset adalah segala sesuatu yang dikuasai oleh perusahaan, yang telah digunakan secara ekonomis dan berasal dari transaksi sebelumnya. Kewajiban adalah semua pengorbanan ekonomi masa depan yang dihasilkan dari hasil transaksi atau peristiwa saat ini. Ekuitas adalah nilai sisa aset atau aset dikurangi kewajiban. Informasi di dalamnya berisi modal kontribusi atau modal dari kontribusi sendiri dan laba ditahan.

Laporan laba rugi komprehensif menunjukkan kinerja perusahaan dalam 1 (satu) periode, biasanya selama 1 (satu) tahun. Dalam laporan laba rugi, nilai penjualan atau penjualan dikurangi biaya menjadi keuntungan. Secara umum, semakin tinggi laba, semakin baik kinerja bisnis. Laporan laba rugi dan neraca disusun menurut prinsip periode, yaitu pencatatannya disusun menurut waktu terjadinya transaksi bisnis.

Laporan perubahan ekuitas adalah deskripsi yang lebih rinci tentang bagian ekuitas dari neraca. Beberapa akun terkait termasuk laba/rugi bersih, akumulasi laba ditahan dan transaksi modal ekuitas, termasuk dividen. Laporan arus kas dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu arus kas operasi, investasi dan pembiayaan. Arus kas operasi mencerminkan kinerja operasi perusahaan berdasarkan pembayaran masuk dan keluar. Namun, dalam hal arus kas investasi dan pembiayaan, besar atau kecilnya nilai tidak menunjukkan baik buruknya kinerja perusahaan, melainkan harus diperhitungkan konteksnya.

Lampiran laporan keuangan tahunan memuat penjelasan kualitatif dan penjelasan atas laporan keuangan tahunan sebelumnya, termasuk perhitungan yang relevan dengan laporan keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan lainnya. Pengumpulan informasi yang terdapat dalam lampiran merupakan bagian dari keterbukaan, yang aturannya bagi emiten diatur oleh BAPEPAM (Sulistiawan et. Al., 2011:5-6) Sumber Rangkuman Terlengkap : https://www.sarjanaekonomi.co.id/