5 Jenis Kayu Kelas II Berdasarkan Tingkat Kuat serta Manfaatnya

Kayu merupakan salah satu bahan baku dari alam yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, dari zaman dulu hingga sekarang kayu tidak pernah lepas dari kehidupan manusia.

Toko kayu batam sendiri hingga saat ini masih diperlukan untuk semua jenis kebutuhan seperti kontruksi bangunan, bahan mebel, kontruksi, furnitur, lantai kayu dan banyak lainnya. Meskipun jaman semakin maju dan tak sedikit bahan baru ditemukan untuk menggantikan kayu, kayu akan tetap menjadi sebuah bahan baku yang perlukan manusia.

Untuk itu, penting mengetahui tingkatan atau kelas setiap jenis kayu agar tidak salah memilih jenis kayu untuk berbagai keperluan yang berbeda.

Dalam tingkatan, ada dua jenis tingkatan yang umum diketahui. Yaitu tingkat keawetan dan tingkat kekuatan kayu.

Yang akan menjadi fokus utama di artikel ini adalah tingkat kekuatan kayu, lalu bagaimana cara membedakan tingkat/kelas kekuatan dari setiap jenis kayu? Menentukan Jenis Kayu Kelas 2 Berdasarkan tingkat Kuat
Untuk mengetahui tingkat kuat jenis kayu kelas 2 dilihat dari tiga faktor, yaitu kuat lentur, kuat desak, dan berat jenis kayu. Untuk lebih jelas lihat tabel berikut:PengukuranDaya TahanKuat Lentur725 kg/cm2Kuat Desak425 kg/cm2Berat Jenis0,6
Setelah mengetahui cara membedakan tingkat/kelas kekuatan jenis kayu, dibawah ini merupakan jenis kayu yang termasuk kedalam kayu kelas 2, dan apa saja manfaatnya? Berikut penjelasannya.#1 Kayu Jati
Siapa yang tak kenal dengan salah satu kayu kelas 2 ini, jati memang sangat populer di kalangan masyarakat umum hingga dunia mengakui kualitas luar biasa yang dimiliki kayu jati ini. Kayu jati memiliki banyak kegunaan dan manfaat dari berbagai furniture hingga kontruksi bangunan.

Jati atau nama latinnya Tectona grandis L.f ini merupakan tanaman yang termasuk dalam kelas Verbenacea.

Kayu jati memiliki karakteristik warna kuning emas keclokatan hingga putih ke abuan. Perbedaan warna tersebut di bedakan dari lapisan pohon jati itu sendiri. Jati memiliki tekstur yang sedikit kasar hingga kasar dan seratnya tidak rata, atau bergelombang namun searah.

Jati termasuk kedalam kayu kelas 2 berdasarkan tingkat kuat dan kelas 1-2 berdasarkan tingkat awetnya, dengan tingkatan tersebut kayu jati ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan seperti rangka pintu, jendela, panel, perabot rumah tangga, bantalan rel kereta, dek kapal, dan banyak digunakan di industri kayu dalam negeri maupun mancanegara.

Jati yang memiliki nama lain kayu deleg, jate, jatos, kulidawa, dodolan ini merupakan pohon dengan tingkat pertumbuhan yang lambat, sehingga karena itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu masa tebang.

Dengan berbagai karakter yang telah disebutkan tadi, jati menjadi salah satu bahan baku yang cocok untuk dijadikan furniture yang bernilai dan pastinya berkualitas.

Jenis Lantai Kayu Jati dan Karakteristinya#2 Kayu Sonokeling
Jenis kayu kelas 2 ini merupakan kayu yang banyak ditemukan dan tumbuh di Pulau Jawa.

Sonokeling atau nama ilmiahnya Dalbergia latifolia Roxb ini termasuk kedalam kelompok Fabaceae.

Kayu sonokeling memiliki karakteristik warna gelap merah keclokatan, sehingga kayu ini sangat terlihat eksotis dan sangat cocok untuk dijadikan furniture yang mewah, bahan baku alat musik, barang ukiran, patung, dan kayu ini juga sering digunakan sebagai produk lantai kayu.

Sonokeling yang memiliki nama jawa sonosungu ini merupakan jenis kayu dengan kelas awet I, dan kelas kuat tingkat II. Level yang dimiliki kayu sonokeling ini hampir sama dengan jenis kayu jati diatas, namun memang memiliki karakter yang berbeda.

Kayu sonokeling memiliki tekstur kayu agak halus, serat yang bergelombang dan permukaan yang mengkilap dan licin.

Pohon sonokeling dapat tumbuh hingga ketinggian 20 sampai 40 meter, dengan diameternya mencapai 1,5 meter.

Uniknya, pohon ini dapat di panen atau di tebang sebanyak dua kali sebelum ia behenti tumbuh.

Sonokeling memiliki kadungan getah alami yang bermanfaat untuk menangkal jamur dan rayap yang menyebabkan pembusukan dan kerusakan pada kayu tersebut.

Baca Juga : Lantai Kayu Sonokeling#3 Kayu Sungkai
Sungkai merupakan salah satu pohon yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal.

Sungkai memiliki nama latin Peronema canescens atau nama lainnya yaitu jati sabrang, sekai, ki sabrang dan lainnya termasuk kedalam kelompok  famili Verbenaceae.

Sungkai dapat tumbuh di hutan sekunder dengan berbagai jenis karakter tanah. Umumnya, sungkai tumbuh di tanah yang mengandung air yang cukup. Hingga pohon ini dapat ditemukan dan tumbuh di kawasan yang rendah.

Pohon sungkai dapat ditemukan di kawasan Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Pohon sungkai ini dapat tumbuh mencapai ketinggian 30 meter dengan diameternya hingga 60 cm.

Kayu sungkai memiliki warna cokelat muda, dan bagian pinggirnya berwarna lebih terang daripada bagian tengah kayu tersebut. Namun bagian pinggiran tersebut akan berubah warna menjadi kekuningan setelah di keringkan.

Kayu sungkai memiliki kelas awet tingkat III dan termasuk dalam kayu kelas II-III berdasarkan tingkat kuat, memang jenis kayu ini tidak lebih baik dari kedua jenis kayu diatas, namun kayu sungkai memiliki kualitas yang cukup baik dengan harga yang lebih ekonomis dan terjangkau.

Banyak orang memanfaatkan kayu ini sebagai alternatif pengganti kayu jati untuk membuat furniture, perabotan rumah seperti kursi, meja, lemari baju. Itu karena sifat kayu sungkai yang kuat namun lebih ringan.#4 Kayu Akasia
Akasia merupakan jenis kayu yang berasal dari Afrika dan Australia. Tersebar di seluruh dunia dan di perkirakan terdapat kurang lebih 1300 spesies dengan 960 spesies diantaranya merupakan akasia Australia.

Di Indonesia sendiri, akasia pertama kali tumbuh dan di perkenalkan di Kepulauan Maluku pada tahun 1970-an. Dan sekarang banyak juga ditemukan di daerah Yogyakarta.

Akasia atau nama ilmiahnya Acacia auriculiformis ini termasuk kedalam kelompok famili leguminosae atau fabaceae.

Pohon akasia dapat tumbuh mencapai ketinggian 30 meter, dengan batangnya bebas cabang, atau lurus ke atas.

Kayu akasia memiliki karakteristik warna yang agak coklat, keras, kuat dan tahan terhadap suhu dalam ruangan. Serat kayu akasia ini sendiri lurus hingga bertautan dengan teksturnya yang agak halus, sampai halus.

Karena bebagai karakteristik yang dimiliki kayu akasia tersebut, jenis kayu ini tentunya multifungsi dan banyak di manfaatkan sebagai perabot rumah tangga, kertas, papan dan bahan baku mebel lainnya.

Memang toko kayu batam akasia tidak sekuat kayu lainnya, namun hal tersebut memberi kemudahan kayu akasia untuk di bentuk sedemikian rupa untuk menjadi sebuah produk bermanfaat.#5 Kayu Meranti Merah
Kayu meranti di bedakan menjadi 3 jenis berbeda, yaitu; Meranti merah, Meranti putih dan Meranti kuning. Namun dari tiga jenis tersebut, kayu meranti merahlah yang termasuk dalam jenis kayu kelas II berdasarkan tingkat kekuatannya.

Kayu meranti merah termasuk kedalam golongan kayu keras berbobot ringan, sedang hingga berat, berat jenisnya berkisar antara 0,3 hingga 0,86 pada kandungan air 15%.

Jenis kayu meranti merah memiliki kelas kuat II-IV (hingga 15 tahun), dan untuk tingkat ketahanannya, akasia ini tergolong kelas III (hingga 10 tahun)
Kayu akasia merupakan jenis kayu yang kuat dan anti rayap, itu karena kayu ini memiliki stukrur yang kuat dan keras. Juga tidak mudah rusak dan lapuk meski terendam air dengan waktu yang cukup lama.

Kekuatannya tersebut membuat kayu ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan kontruksi bangunan dan beragam furnitur.

sumber: https://batamkayu.com/

By macdi