Mayoritas warga, khususnya mereka yang pemula dan tidak ketahui pengetahuan psikologi secara dalam, kerap menyaksikan disiplin ini sebagai pengetahuan yang dekat sama paranormal dan dipandang sanggup membaca pemikiran dan gerak-gerik orang. Akan tetapi, sebenarnya beberapa orang yang mempelajari psikologi tidak mempunyai kekuatan seperti asumsi warga pemula.

10 Alat Test Psikologi dan Manfaatnya

Beberapa mahasiswa, periset, atau pegiat di bagian psikologi mempunyai alat test psikologi berbentuk seperangkatan skills and tools tertentu agar bisa memandang dan/atau mendiagnosa satu keadaan. Ini sama dengan seorang dokter yang penting lakukan bermacam pengecekan seperti rontgen, pengujian contoh darah dan lain-lain saat sebelum menegakkan diagnosis dan tentukan penyembuhan untuk pasien.

Table of Contents

– Asesmen Psikologi
– Alat Test Psikologi
– 1. Kuder Preference Record
– 2. Myers-Briggs Tipe Indicators
– 3. Thematic Apperception Tes
– 4. Rorschach Inkblot Tes
– 5. Wartegg Drawing Completion Tes
– 6. WAIS
– 7. Stanford-Binet Intelligence Tes
– 8. Stroop Colour and Word tes
– 9. Trail Making Tes
– 10. AJT Cognitive Tes

Asesmen Psikologi

Pada umumnya, ada tiga ketrampilan asesmen yang perlu dipunyai dengan seorang periset dan/atau pegiat psikologi untuk ketahui abnormalitas atau karakter dalam diri seorang yakni: asesmen lewat interviu, pengamatan dan psychological testing. Asesmen lewat interviu dan pengamatan tidak membutuhkan perlengkapan khusus dalam realisasinya. Hal itu karena pewawancara dan aktor pengamatan atau observer sendiri sebagai alat saat lakukan asesmen.

Berlainan dengan asesmen lewat interviu dan pengamatan, asesmen berbentuk psychological testing atau test psikis membutuhkan alat khusus yang terstandarisasi dalam realisasinya. Psychological testing diartikan sebagai Tiap penerapan test psikis membutuhkan alat atau instrument yang berbeda yang umumnya disamakan dengan keadaan pribadi karena alat test psikologi tidak mempunyai karakter one-size-fit-all (Eabon dan Abrahamson, 2013).

Alat Test Psikologi

Jumlahnya alat test psikologi yang ada munculkan pengelompokan alat test yang didasari pada kelompok tertentu. Pengelompokan ini mempunyai tujuan untuk memudahkan pegiat atau periset untuk pilih alat test psikologi yang paling cocok untuk dipakai, seperti akan menghitung apa, bagaimanakah cara pemakaiannya, kenapa sebuah alat dipakai sampai bagaimana skoringnya (Institute of Medicine (IOM), 2015). Walau digolongkan berdasar kelompok tertentu, IOM (2015) memperjelas jika pengelompokan ini tidak memiliki sifat mutlak dalam membandingkan satu alat dengan alat lainnya karena overlapping antara kelompok masih terjadi.

Berikut ada 10 contoh beberapa macam alat test psikologi yang dipakai pegiat untuk lakukan asesmen client. Ada juga keterangan ringkas berkenaan manfaat masing-masing test untuk memberi deskripsi manfaat.

1. Kuder Preference Record

Test Kuder preference record sebagai salah satunya alat test psikologi yang pertama kalinya dipublikasi di tahun 1938 oleh Frederic Kuder (Kuder, 1938). Pemakaiannya mempunyai tujuan untuk ungkap ketertarikan pribadi pada sepuluh tempat kerja yang diurutkan dari yang mana paling dicintai sampai sekurang-kurangnya dicintai.

Ke-10 ketertarikan kerja yang diukur pada alat test psikologi ini ialah outdoor, art, music, computational, social servis, science, clerical, persuasive, literary dan mechanical (Kuder Preference Record – APA Dictionary of Psychology, t.t.). Biasanya test Kuder Preference Record ini diberi untuk client.

2. Myers-Briggs Tipe Indicators

Alat ukur psikologi yang dipersingkat jadi MBTI ini sebagai salah satunya alat yang mempunyai tujuan untuk lakukan asesmen personalitas pribadi. MBTI pertama kalinya diperkembangkan oleh Isabel Briggs Myers sekitaran tahun 1940-an dan berdasar the theory of psychological tipes yang dicetuskan oleh Carl G. Jung di tahun 1920-an (The Myers dan Briggs Foundation, t.t.; Feist dan Feist, 2009).

The Myers dan Briggs Foundation (t.t.) MBTI menambah jika alat test ini diperkembangkan dengan 2 arah. Pertama mempunyai tujuan untuk mengenali basic preference dari 4 dikotomi yang dicetuskan Jung pada teorinya yaitu Extraversion-Introversion, Sensing-Intuition, thinking-feeling, judging-perceiving. arah ke-2 yaitu mengenali dan menggambarkan 16 type personalitas berdasar hubungan ke-4 dikotomi yang ada, seperti INFJ, ESFP, ENTJ, ISTP dan sebagainya.

3. Thematic Apperception Tes

Thematic Apperception Tes atau TAT sebagai satu diantara beberapa alat test personalitas yang tersering dipakai khususnya dalam seting medis. TAT sebagai salah satunya contoh dari alat test personalitas proyektif yang diperkembangkan oleh Henry Murray dan Christiana Morgan di tahun 1935.

Test proyektif sendiri sebuah set dari stimulan terstandar yang dipakai untuk memproyeksikan beberapa hal yang tidak dapat disaksikan lewat alat test yang lebih terancang (Silverman, 1990).

Dalam TAT ada 30 kartu gambar achromatic yang dipisah di dalam beberapa kelompok seperti gambar yang pas untuk anak lelaki, anak wanita, wanita, dan pria. Di saat realisasinya, client disuruh untuk menggambarkan perasaan dan pikiran watak yang berada di dalam gambar (Silverman, 1990).

4. Rorschach Inkblot Tes

Test rorschach sebagai alat test psikologi proyektif yang diperkembangkan oleh Hermann Rorschach di tahun 1921. Alat ini lebih banyak dipakai di seting medis dan semenjak awalnya memang diperkembangkan karena di inspirasi dari pasien skizofrenia yang menafsirkan apa yang mereka saksikan secara berlainan (Inkblot tes: Harrower-Erickson Multiple Choice Rorschach Tes, t.t.).

Alat test psikologi ini diperkembangkan untuk mengenali ada atau tidaknya abnormalitas psikis pada pribadi. Sama sama dengan namanya, test kesehatan psikis ini memakai stimulan berbentuk bintik tinta yang mana client atau pribadi disuruh untuk menggambarkan bintik tinta itu.

5. Wartegg Drawing Completion Tes

Alat test psikologi untuk recruitment Wartegg Drawing Completion Tes (WDCT) pertama kalinya dicetuskan oleh Ehrig Wartegg sekitaran tahun 1920an sampai 1930an yang berakar pada teori psikologi gestalt (Roivainen, 2009). Instrument ini sebagai salah satunya instrument psikologi yang berupa semi terancang di mana pribadi disuruh untuk meneruskan stimulan gambar yang telah ada.

Dari hasil implementasi test ini dipakai untuk memandang atau menilai personalitas pribadi dengan memproyeksikan isi dan dinamika detil dari personalitas yang berkaitan (Rapaport dalam Crisi dan Dentale, 2016). Test Wartegg sering kali diberi dalam interviu tugas.

6. WAIS

Wechsler Adult Intelligence Scale atau WAIS sebagai salah satunya alat test psikologi yang dipakai untuk menghitung secara mendalam kekuatan kognitif seperti IQ dan menolong rencana dan peletakan pengajaran pribadi remaja atau dewasa. Alat ini terdiri dari 5 belas subtes, dari 5 belas subtes yang ada terdiri jadi sepuluh subtes khusus dan lima subtes tambahan. Berikut contoh-contoh subtes WAIS seperti digit span, comprehension, arithmetic, vocabulary dan ada banyak kembali.

Bukan hanya dipakai untuk pengukur di bagian pengajaran, alat ukur psikologi ini bisa dipakai untuk memberikan dukungan proses asesmen yang lain. Drozdick dkk (2013) menerangkan jika hasil peningkatan terbaru dari WAIS dapat dipakai sebagai alat asesmen untuk memandang kekuatan kognitif pribadi yang alami masalah perubahan, psikiatris, neurologis, atau masalah kesehatan yang lain (Wechsler, 2008).

Sudah pasti maksudnya hanya untuk asesmen, bukan mempunyai tujuan tingkatkan IQ.

7. Stanford-Binet Intelligence Tes

Alat ukur psikologi Stanford-Binet Intelligence Tes sebagai instrument pengukur intelegensi terstandarisasi yang dipakai semenjak tahun 1916. Stanford-Binet Intelligence Tes pertama kalinya di dicetuskan oleh Alfred Binet dan Theodore Simon di Perancis. Semenjak awalnya peningkatan alat test psikologi inteligensi ini dipakai untuk menghitung kemampuan dan kekurangan kognitif pribadi, baik anak-anak, remaja atau dewasa.

Alat test psikologi ini memperoleh banyak perhatian dari komune psikologi dari beragam seluruh dunia dan diadaptasi ke beberapa bahasa. Satu diantaranya diadaptasi oleh Lewis M. Terman dari University of Stanford ke bahasa Inggris. Alat test ini terdiri dari 10 subtes untuk menghitung lima factor kognitif pada diri pribadi yakni fluid reasoning, knowledge, quantitative, visual-spatial, dan working memori (Roid, t.t.).

8. Stroop Colour and Word tes

Stroop Colour and Word Tes (SCWT) adalah alat test psikologi yang menghitung faktor neuropsikologis pribadi. Alat test ini lebih banyak dipakai untuk menyaksikan kekuatan pribadi dalam menghalangi masalah kognitif yang terjadi saat pemrosesan feature stimulan tertentu mengusik pemrosesan atribut stimulan ke-2 secara berbarengan atau stroop efek (Scarpina dan Tagini, 2017).

Instrument SCWT terdiri dari tiga sisi yakni word page (beberapa nama warna tercetak dalam tinta hitam), colour page (deret yang terbagi dalam beberapa huruf X yang diciptakan dengan tinta warna), dan word-color page (kalimat pada word page diciptakan dengan warna pada colour page (Stroop – Subject Baseline, t.t.; Stroop, 1935). Dari hasil pengukur alat test psikologi ini bisa dipakai untuk ketahui abnormalitas pada pribadi, seperti ada ketertinggalan perubahan, masalah berbicara, sampai mengetahui ada abnormalitas dalam otak (Stroop – Subject Baseline, t.t.).

9. Trail Making Tes

Selainnya Stroop word and colour tes, alat test yang menghitung faktor neuropsikologis yang tersering dipakai ialah Trail making tes atau TMT. Secara detil, pemakaian TMT mempunyai tujuan untuk memandang executive function (seperangkatan kekuatan kognitif yang dibutuhkan untuk mengatur diri dan sikap) pribadi (Low, 2020; Marvin, 2012).

Test yang terdiri dari 2 sisi ini lebih banyak dipakai di seting medis, seperti menilai keadaan pribadi stroke (Marvin, 2012) sampai seting pengajaran untuk screening keadaan pelajar dengan kesusahan membaca (Närhi dkk., 1997).

10. AJT Cognitive Tes

Alat test psikologi AJT atau test kognitif AJT sebagai salah satunya instrument yang diperkembangkan di Indonesia dengan sesuaikan budaya dan aspek yang lain ada. Alat test ini diperkembangkan atas kerja sama Fakultas Psikologi UGM dengan Yayasan Dharma Memiliki makna dan PT Lewat Cakrawala Indonesia (Fakultas Psikologi UGM Bangun Test untuk Diagnosis Kekuatan Anak, 2018).

Alat ukur psikologi yang diperkembangkan memakai dasar teori kepandaian caren-horn-cattell ini dipakai untuk mengetahui kekuatan anak sejak awal kali dengan memerhatikan budaya Indonesia (Humas, 2019). Alat test ini menghitung kekuatan kognitif anak lebih mendalam dengan menghitung delapan faktor kepandaian yaitu efektivitas belajar, kepandaian cair, memory kerja periode pendek, auditory processing, visual-spatial processing, kefasihan akseptasi, kecepatan pemrosesan dan pengetahuan pengetahuan (Humas, 2019).

Begitu sepuluh contoh alat test psikologi dan manfaatnya. Meski begitu, penting untuk dikenang jika proses administrasi dan penilaian hasil asesmen memakai alat test psikologi ini terbatas dan dilaksanakan oleh pribadi yang terbiasa atau psikiater dan tidak bisa diadministrasikan oleh sembarangan orang (Eabon dan Abrahamson, 2013).

 

kunjungi juga website tentang pendidikan terpercaya

By dzail